Tags

, , , , , , ,

Pernah denger orang bilang kurang kasih sayang? Atau bahkan pernah merasakannya? Berdasarkan pengalaman pribadi gue, biasanya sih ini terjadi sama anak2 yang orangtuanya pada sibuk kerja atau lain hal nya. Bener ga?

Gue mau share sedikit tentang “kasih sayang” sesuai dengan apa yang gue lihat kenyataannya dalam hidup ini yang cukup runyam. Seinget gue, dulu gue juga pernah bilang kurang kasih sayang deh sama diri gue sendiri. Kenapa? Karena kedua orangtua gue itu kerja, jadi anak-anaknya ditinggal sama pembantu dan juga tante. Mereka juga ga pernah mau tau urusan kegiatan gue di sekolah kaya gimana. Nilai jelek atau bagus pun bukan sebuah masalah bagi mereka. Gue, kakak, dan adik gue bener2 dididik untuk mandiri. Sampai pada akhirnya, saat gue beranjak remaja dan mulai berpikir kok gue ga kaya anak-anak lainnya yaaa yang disayang-sayang gitu sama orangtuanya.

Nah, tapi pasti banyak yang ga sadar kalau orangtua kita kelak akan semakin tua dan  mereka juga sangat membutuhkan kasih sayang tersebut loh. Bahkan, mereka juga akan memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang pernah kita pikirkan. Contoh nyatanya gue temui saat merayakan tahun baru imlek kemarin ini. Gue sekeluarga berkunjung ke tempat saudara jauh (susah jelasin strukturnya), dimana cuma seorang nenek dan anak tertuanya yang tinggal disana. Sebelumnya Beliau tinggal di sebuah rumah yang cukup besar, namun karena anak-anaknya pindah ke Australia dan Beliau seorang diri, maka dari itu Beliau memilih tinggal di apartment sekarang.

Hal mengejutkan adalah ketika nyokab berkeliling kamar apartment nya dan menemukan secarik kertas dengan tulisan tangannya ditempel secara gambling. Sentak nyokab gue melontarkan guyonan kalo itu merupakan rekening koran dengan nominal yang cukup besar 😀  Ternyata benar! Beliau memang sengaja membuat catatan segala pengeluaran yang ia butuhkan tiap harinya, lalu dirangkumlah tiap bulan. Gue cukup takjub dengan hal ini yang mana umurnya cukup sangat tua, lebih dari 80 tahun. Ga nanggung-nanggung, pecahan ratusan, puluhan, sampe perak pun tertera di buku harian yang Beliau tunjukkan.

Alasan Beliau adalah agar anak-anaknya dapat melihat seberapa besar dan seberapa banyak kebutuhan Beliau. Beliau sangat berharap agar anak-anaknya dapat memperhatikannya lebih dari sekedar kasi uang per bulan yang sebenarnya itupun tidak cukup. Kebersamaan akan membuatnya merasa lebih baik. Itu bisa gue liat dari cara Beliau yang terus-terusan mengundang gue sekeluarga untuk sering-sering main mengunjunginya J

SEE!!! Banyak yang bilang kalau hidup ini seperti roda, bagai siklus atau tali rantai yang tak putus. Inilah yang bisa gue lihat dan saksikan. Seseorang akan kembali lagi menjadi anak kecil saat dirinya beranjak menjadi lansia. Namun intinya, bahagia itu sederhana, bukan?

Advertisements