Tags

, , , , , , ,

Cerita ini gue angkat setelah menghadiri acara Talkshow Ajahn Brahm di Jakarta 29 Maret lalu. Menyinggung sedikit tentang sosok Ajahn Brahm, Beliau adalah seorang Biksu yang berasal dari London namun kini tinggal di Australia. Kehadiran Beliau di Indonesia adalah yang ke-7 kalinya bersama Ehipassiko Foundation. Well, di dunia digital sekarang, manusia dituntut menjadi lebih smart bukan? Jadi, kalo masih penasaran siapa Beliau, apa saja buku yang Beliau tulis, dan lain sebagainya berkenaan dengan Ajahn Brahm, silahkan gunakan teknologi yang sedang berkembang ini πŸ™‚

Sebenernya gue cuma pengen share sedikit cerita yang kiranya dapat menjadi pegangan hidup kita kelak. Monggo disimak…

Di sebuah desa terdapat dua orang petani yang memiliki ayam. Tapi sangat disayangkan dua petani tersebut sangatlah berbeda. Petani A datang ke kandang ayamnya untuk membersihkan kotoran ayamnya yang kemudian dibawa pulang ke rumah si petani A. Lama kelamaan, rumah petani A menjadi sangat bau dan tidak layak untuk ditempati.

Berbeda dengan petani B yang datang ke kandang ayamnya untuk mengumpulkan telur-telur dari ayam tersebut. Petani B tentu membawa pulang dan memasaknya untuk dimakan. Tak jarang, telur-telur tersebut juga dibawanya ke pasar untuk dijual. Hal ini tentu sangat membuat petani B merasa bahagia.

Jika kita diminta untuk memlih, manakah petani yang kita inginkan? Tentu jawabannya yang petani B bukan?

Dalam hidup, akan ada hal positif dan negatif, kenangan baik dan buruk, tapi sebenarnya jika kita bisa melihat sisi positif, mengingat hal baik, maka yang terjadi adalah kebahagiaan. Sama halnya seperti petani ayam si pengumpul telur. Telur-telur tersebut merupakan hal positif yang baik dan seharusnya kita simpan sehingga kebahagiaan akan terus dalam pikiran kita.

Namun jika kita hanya mengumpulkan kotoran ayam layaknya petani A, itu berarti kita akan terus terbelenggu dalam hal negatif yang buruk. Mengapa demikian? Tentu karena kita menyimpan memori tidak menyenangkan yang pada akhirnya malah membuat kita menderita dan tidak bahagia.

Jadi, pilihan ada ditangan masing-masing πŸ™‚ Semoga bermanfaat!

Advertisements