Tags

, , , , , ,

Pikiran kita sebagai manusia terkadang bisa diibaratkan seperti seekor monyet yang lincah untuk berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Banyak hal yang terlalu dipikirkan sehingga mengakibatkan kelalaian. Padahal belum tentu semuanya itu layak untuk dipikirkan. Karena terkadang justru malah membawa masalah sehingga mengacaukan segalanya.

Lagi lagi saya akan berbagi dari pengalaman pribadi yang mungkin sering ditemui oleh banyak orang lain pada umumnya.
Padatnya aktivitas keseharian kadang membuat waktu 24 jam pun terasa kurang. Tapi apa kita sudah menjalankan segala sesuatunya dengan baik tanpa merasa sia-sia?

Kita bisa melakukan banyak hal untuk mensiasati kegiatan sehari-hari yang padat tersebut menjadi tersusun rapi. Contohnya adalah membuat “to do list” harian secara berkala. Ini akan sangat membantu kita agar tetap ingat mana yang harus diselesaikan lebih dulu. Kita juga belajar untuk membagi hal-hal mana yang penting dan mendesak.

Tentu pada pelaksanaan tidak serta merta akan berjalan lancar. Tenang, bukan masalah besar jika itu terjadi. Rencana yang telah kita buat hanya sebagai acuan agar tidak terjadi kekacauan saat hal tak terduga tersebut datang.

Jadilah flexible, tambahkan list to do bila perlu atau bahkan pindahkan atau tukar beberapa hal yang sekiranya bisa diselesaikan belakangan (tidak terlalu mendesak dan penting-penting amat).
Selain itu, untuk mendukung waktu yang digunakan menjadi efektif dan efisien, kita harus bisa fokus dan tenang. Saat satu hal sedang dikerjakan, cobalah berkonsentrasi agar tidak membuang waktu percuma. Kalo bahasa kerennya, be mindful.

Tapi jangan lupa resfreshing ya dikala jenuh atau lelah melanda. Otak kita memang perlu diasa agar kemampuannya tetap ok namun juga perlu istirahat pada
waktunya. Bersahabatlah dengan baik agar hidup seimbang.

Melatih diri untuk menjaga pikiran memang tidak mudah, tapi sungguh indah hasilnya nanti.

Hati senang, pikiran tenang 🙂

Advertisements