Tags

, , , ,

Kejadian ini bukan pertama atau kedua kalinya dan menurut saya cukup sepele. Maka dari itu  saya tergerak untuk berbagi kepada masyarakat dalam bentuk tulisan. Karena jujur, saya miris.

Saya adalah seorang pribadi yang senang menggunakan jasa transportasi umum. Salut untuk perkembangan transportasi umum saat ini yang semakin mengarah lebih baik. Namun sungguh disayangkan karena sumber daya manusianya tidak turut mendukung kearah lebih baik juga.

Sebagai salahsatu contoh yang sering saya temui adalah saat menggunakan jasa commuter line dan transjakarta. Kedua transportasi tersebut kiranya menjadi pilihan alternatif yang cukup digemari warga ibukota. Bagaimana tidak, dengan harga tiket yang sangat ekonomis, kita bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang cukup jauh dan hemat waktu karena bebas macet (walaupun terkadang juga ada gangguan lainnya).

Padatnya kereta disaat jam pergi dan pulang kerja terjadi setiap hari, bahkan hari Sabtu Minggu pun penggemar commuter line tetap ramai. Biasanya dipenuhi keluarga yang ingin berlibur di ibukota. Pilihan yang cukup ekonomis, bukan?

Bagi yang naik kereta setiap hari, pasti sudah terbiasa berdesak-desakan. Namun sangat disayangkan apabila ada beberapa penumpang yang tidak bisa menghargai sesama penumpang.

Saat pagi, para penumpang yang bertujuan ke kantor, semuanya ingin tiba tepat waktu, semuanya ingin segera naik kereta. Saat sore, para penumpang yang akan pulang ke rumah, semuanya ingin cepat bertemu orang terkasih di rumah, semunya ingin berkumpul dan makan malam bersama keluarga di rumah. Hal ini membuat mereka lupa ada penumpang lain disekitarnya. Saling dorong mendorong, tarik menarik, hingga sikut menyikut sangat sering terjadi. Tak jarang ada beberapa penumpang yang terlibat adu mulut bahkan adu jotos karena emosi yang tinggi.

Lalu, salah siapa?

Tidak akan ada pihak yang bisa disalahkan kecuali kesadaran setiap individu. Kesadaran masing-masing dalam hidup bermasyarakat dengan statusnya sebagai makhluk sosial.

Advertisements